Investasi Saham Bagi Anak Muda.
- Apr 30, 2018
- 2 min read
Masa muda merupakan saat yang baik bagi seseorang untuk berkembang dan mengembangkan kariernya. Banyak anak muda yang telah memiliki karier dan penghasilan yang cukup baik, akan tetapi belum menggunakan uang hasil kerja kerasnya untuk diinvestasikan dan dikembangkan sebagai tabungan masa depan yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan seperti biaya pendidikan anak, membeli kendaraan, membeli properti maupun tabungan dana pensiun.
Banyak anak muda yang berlatar-belakang pendidikan di bidang ekonomi, akuntansi, maupun manajemen keuangan, tetap tidak mengerti bagaimana cara menginvestasikan uang yang dimilikinya dengan baik dan benar, agar tidak habis hanya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup semata.
Oleh karena fenomena tersebut, saya ingin membagikan pengalaman pribadi saya sebagai anak muda yang masih dalam proses belajar bagaimana cara berinvestasi yang baik, aman dan tepat pada berbagai instrumen keuangan yaitu salah satunya saham.
Berawal dari seringnya menonton tayangan diskusi investasi saham pada channel IDX, serta dengan dukungan program pemerintah "Yuk Nabung Saham", maka masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah khususnya anak muda sudah bisa mulai berinvestasi saham hanya dengan Rp.100.000.
Bagaimana cara untuk memulai menabung/membeli saham?
1. Pilih salah satu perusahaan sekuritas.
Tips :
Pilih perusahaan sekuritas yang menurut anda merupakan perusahaan yang berkompeten dan telah berpengalaman dalam jangka waktu yang lama, memiliki kantor perwakilan yang lokasinya dekat dengan rumah anda, staf yang koperatif dan mudah dihubungi, serta didukung dengan flatform digital untuk melakukan pembelian/penjualan secara online.
2. Daftarkan diri pada perusahaan sekuritas pilihan anda.
Tips :
Anda bisa datang langsung ke kantor perwakilan dengan membawa dokumen seperti KTP, NPWP dan Buku Tabungan jika sudah punya (jika belum punya maka staf akan menyarankan untuk melakukan pembukaan rekening tabungan disalah satu bank, lalu mengisi form pembukaan "Rekening Dana Nasabah (RDN)" yang telah disediakan oleh perusahaan sekuritas tersebut.
3. Lakukan setoran ke "Rekening Dana Nasabah (RDN)"
Tips :
Dibutuhkan waktu sekitar 1 (satu) s.d 2 (dua) minggu untuk menunggu proses pembukaan dan pengaktifan rekening utama dan RDN. Setelah ke-dua jenis rekening tersebut aktif, segera lakukan transfer dana yang ingin diinvestasikan untuk membeli saham ke rekening RDN anda.
4. Mulai melakukan transaksi pembelian saham.
Tips :
a. Pelajari saham perusahaan yang ingin anda beli baik dari jenis usaha, laporan keuangan, histori kenaikan harga saham, pembagian dividen maupun kemampuan dana yang anda miliki.
b. Pembelian saham dilakukan minimal 1 (satu) lot atau 100 lembar saham. Jadi, jika anda ingin membeli saham PT. A sebanyak 100 lembar dengan harga beli Rp.5.000/lbr saham, maka dana yang harus disiapkan adalah Rp.500.000,-.
c. Transaksi jual/beli saham dapat dilakukan secara online dan real time menggunakan aplikasi digital flatform pada smartphone, laptop maupun komputer yang telah terkoneksi dengan internet yang disediakan oleh perusahaan sekuritas.
5. Acuan Kepemilikan Sekuritas - Kustodian Sentral Efek Indonesia (AKSes.KSEI)
Tips :
Setelah melakukan transaksi pembelian saham untuk pertama kalinya, maka kurang lebih 1 (satu) s.d 2 (dua) bulan kartu AKSes.KSEI yang bertuliskan Nomor ID dan Nama Lengkap anda akan dikirimkan ke alamat terdaftar (alamat rumah/kantor). Kartu AKSes.KSEI adalah kartu identitas investor yang juga digunakan untuk login ke website https://investor.ksei.co.id/.
6. Laporan Saham dan Rekening Koran RDN.
Tips :
Perusahaan sekuritas akan mengirimkan rekening koran atas saldo yang anda miliki pada Rekening Dana Investor (RDN) dan laporan daftar saham yang anda miliki ke alamat email anda setiap bulan.
Demikian artikel cara menabung saham untuk pemula ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya. Jika anda memiliki pertanyaan, silahkan tulis dikolom komentar dibawah ini. Salam Sukses !!
Comments